Kemendukbangga/BKKBN Jatim Mengirimkan Rombongan TPK Mudik ke Malang dengan Efektif

Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Jawa Timur baru-baru ini mengirim rombongan mudik khusus. Rombongan ini terdiri dari anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan keluarganya, yang berangkat menuju Malang. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung kelancaran arus mudik dan memastikan setiap anggota masyarakat dapat merayakan lebaran dengan keluarga tercinta.
Rombongan TPK Mudik ke Malang
Pada sebuah acara pelepasan di Surabaya, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jawa Timur, Sukamto, merinci bahwa mereka mengirim satu unit bis berkapasitas 40-50 penumpang. Meski kuota untuk 250 orang telah disiapkan, hanya sekitar 50 orang yang ikut dalam rombongan pertama ini. Sukamto menegaskan bahwa pihaknya siap menyediakan lebih banyak bis jika nantinya masih ada permintaan.
Peduli dan Berbagi di Masa Mudik
Inisiatif rombongan mudik ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dengan tema “ASN Peduli, Empati dan Berbagi: Mudik Bareng Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur Bersama Tim Pendamping Keluarga Menuju Mudik Sehat dan Bahagia”. Selain itu, pihak Kemendukbangga/BKKBN Jatim juga menghadirkan posko layanan “Sapa Mudik” di beberapa lokasi strategis.
Posko Sapa Mudik
Posko “Sapa Mudik” ini beroperasi di Rest Area Travoy 725A Driyorejo dan Rest Area 726 Tol Trans Jawa. Layanan ini hadir pada tanggal 17–18 dan 25–26 Maret 2026, mulai pukul 08.00 hingga 16.00. Dengan bantuan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim, dinas terkait, dan aparat kepolisian, posko ini menyediakan informasi, edukasi, dan pemeriksaan kesehatan untuk para pemudik.
- Pemberian akses informasi mengenai program-program pemerintah
- Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kebugaran para pemudik
- Edukasi mengenai pentingnya kesehatan dan kualitas keluarga
Sehat dan Berkualitas: Tujuan Utama
Sukamto menjelaskan bahwa tujuan utama dari layanan “Sapa Mudik” ini adalah untuk mendukung pembentukan keluarga yang sehat dan berkualitas. Ia berpendapat bahwa keluarga yang sehat akan berkontribusi terhadap kualitas generasi muda di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan visi Presiden untuk mewujudkan Generasi Emas 2045.
Sebagai tindak lanjut, Sukamto berharap bahwa inisiatif-inisiatif seperti rombongan TPK mudik ke Malang dan layanan “Sapa Mudik” ini akan mendorong lebih banyak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program-program pemerintah. Dengan demikian, visi Generasi Emas 2045 dapat tercapai melalui upaya bersama.