Pemkab Karo Dengarkan Aspirasi Warga Terkait Retribusi Air Panas Semangat Gunung

Di tengah permasalahan pengelolaan retribusi air panas di kawasan Semangat Gunung, Pemerintah Kabupaten Karo menghadapi tantangan besar dalam mendengarkan dan menanggapi aspirasi warga lokal. Pada tanggal 4 Juni 2026, ratusan penduduk dari Desa Doulu dan Semangat Gunung mengorganisir aksi protes damai di depan Kantor Bupati Karo. Aksi ini dipimpin oleh Monca Barus, Koordinator Forum Masyarakat Doulu – Semangat Gunung, yang secara tegas menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan yang dianggap tidak transparan.
Keberatan Warga Terhadap Pergantian Mandat
Warga Desa Doulu dan Semangat Gunung mencurahkan keberatan mereka terhadap perubahan pengelolaan retribusi objek wisata air panas yang dinilai dilakukan tanpa adanya sosialisasi yang memadai. Mereka merasa bahwa keputusan tersebut diambil secara sepihak oleh dinas terkait, terutama terkait pencabutan pembayaran pajak daerah (PAD) yang dinilai tidak sesuai dengan masa berlakunya surat keputusan (SK) mandat lama. Hal ini menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan di kalangan warga yang mengandalkan objek wisata tersebut sebagai sumber pendapatan.
Aspirasi dan Tuntutan Warga
Dalam dialog yang diadakan dengan jajaran Pemkab Karo, warga mengajukan serangkaian tuntutan yang mencerminkan keinginan mereka untuk terlibat aktif dalam pengelolaan retribusi air panas. Tuntutan tersebut antara lain:
- Pencabutan SK mandat pengelolaan yang baru diterbitkan.
- Penyerahan pengelolaan air panas kepada musyawarah dua desa.
- Evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata.
Tuntutan ini mencerminkan harapan warga agar mereka dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka.
Komitmen Pemkab Karo Menanggapi Aspirasi
Pemerintah Kabupaten Karo memberikan respons terhadap aspirasi yang disampaikan oleh warga dengan menyampaikan tiga komitmen penting yang diharapkan dapat menjembatani permasalahan yang ada:
- Tidak akan menerbitkan SK mandat pengelolaan retribusi kepada pihak mana pun sampai ada kesepakatan bersama dengan masyarakat.
- Mencabut SK mandat baru dan juga SK mandat sebelumnya.
- Menjadwalkan pertemuan lanjutan untuk musyawarah dengan warga Doulu dan Semangat Gunung.
Komitmen ini menunjukkan niat baik pemerintah untuk berkolaborasi dengan masyarakat dalam mengelola sumber daya alam yang telah menjadi sumber kehidupan mereka.
Pernyataan Wakil Bupati Karo
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, SP, memberikan penegasan bahwa kebijakan yang berkaitan dengan tanah dan air di Karo harus dihasilkan melalui musyawarah. Ia menegaskan, “Pemerintah hadir bukan untuk mengambil keputusan sepihak, namun untuk menjadi penghubung antara masyarakat dan kebijakan yang diambil. Mari kita duduk bersama untuk mencari solusi terbaik bagi warga dan pengunjung.”
Apresiasi dari Koordinator Aksi
Koordinator aksi, Monca Barus, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Pemkab Karo. Ia menegaskan bahwa mereka tidak menolak retribusi, tetapi meminta agar dilibatkan dalam pengelolaan. “Air Panas ini adalah sumber kehidupan bagi warga kami. Jika dikelola secara bersama-sama, kami siap menjaga keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan,” ujarnya dengan tegas.
Pentingnya Partisipasi Masyarakat
Dengan adanya kesepakatan yang dihasilkan dari dialog ini, diharapkan tata kelola pariwisata dan retribusi pemandian air panas di kawasan Semangat Gunung dan Doulu dapat dievaluasi secara menyeluruh. Partisipasi aktif masyarakat lokal sangat penting untuk mencapai kesejahteraan bersama. Melibatkan warga dalam pengelolaan objek wisata tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga akan menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada.
Manfaat Retribusi Air Panas untuk Warga
Retribusi air panas tidak hanya memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat. Beberapa manfaat yang dapat diharapkan dari pengelolaan yang baik antara lain:
- Peningkatan pendapatan masyarakat lokal melalui peluang kerja.
- Perbaikan infrastruktur dan fasilitas umum yang mendukung pariwisata.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan.
- Peningkatan kualitas hidup warga melalui proyek sosial yang didanai dari retribusi.
- Pengembangan potensi wisata lainnya di kawasan tersebut.
Dengan demikian, retribusi air panas menjadi salah satu aspek krusial dalam pengembangan ekonomi lokal.
Langkah ke Depan
Ke depan, Pemkab Karo dan masyarakat perlu terus berkomunikasi dan berkolaborasi untuk menciptakan pengelolaan yang adil dan berkelanjutan. Penting bagi pemerintah untuk mendengar suara masyarakat agar setiap kebijakan yang diambil dapat dipahami dan diterima oleh semua pihak. Musyawarah yang berkelanjutan akan membantu menciptakan solusi yang lebih baik dan berkelanjutan untuk pengelolaan retribusi air panas.
Dengan pendekatan yang inklusif dan transparan, diharapkan pengelolaan objek wisata ini dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh elemen masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam setiap tahap pengelolaan akan memastikan bahwa kepentingan mereka terjaga dan sumber daya alam dapat dikelola dengan bijaksana untuk generasi mendatang.



